TETAP OPTIMIS
Akhir perjalanan sudah pasti, sedangkan bekal belum lagi terisi. Maka, jika nafas masih berdesah dan mentari masih hangat dirasakan, tak perlu berkeluh kesah meratapi masa lalu yang telah pergi. Tak juga berkhayal melukis langit tiada bertepi. Masa lalu adalah lembaran kertas yang telah terbakar yang tidak meninggalkan apapun, kecuali kenangan keceriaan atau pahit getirnya pengalaman. Maka anggap saja hidup kita hanyalah hari ini, agar diri kita sibuk mengisi bekal menuju hari nanti. Kekasih hati mengetuk nurani, “Hai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang dipersiapkannya untuk hari esok…” (59: 18).
Sambil mempersiapkan bekal, seorang yang hatinya berpaut cinta ilahi akan melepaskan pandangannya sejenak ke masa lalu, membuka album tua yang telah kusam. Bukan untuk berhenti atau terperangkap dalam nostalgia tanpa prestasi, melainkan sebagai penyegar semangat dengan menimba pengalaman membaca sejarah. Sungguh sudah berlalu sunnah-sunnah Allah untuk menjadi berita pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran, 3: 137).
Membaca sejarah berarti menimba hikmah untuk dijadikan pedang menebas segala kebodohan dan kebatilan. Dan sejatinya, cara kita menyikapi sejarah harus bertanya, “Mengapa, bagaimana, dan apa akibatnya? Bukan hanya berhenti pada siapa, kapan dan di mana?
Wallahu a’lam bishshowab…
Sambil mempersiapkan bekal, seorang yang hatinya berpaut cinta ilahi akan melepaskan pandangannya sejenak ke masa lalu, membuka album tua yang telah kusam. Bukan untuk berhenti atau terperangkap dalam nostalgia tanpa prestasi, melainkan sebagai penyegar semangat dengan menimba pengalaman membaca sejarah. Sungguh sudah berlalu sunnah-sunnah Allah untuk menjadi berita pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran, 3: 137).
Membaca sejarah berarti menimba hikmah untuk dijadikan pedang menebas segala kebodohan dan kebatilan. Dan sejatinya, cara kita menyikapi sejarah harus bertanya, “Mengapa, bagaimana, dan apa akibatnya? Bukan hanya berhenti pada siapa, kapan dan di mana?
Wallahu a’lam bishshowab…

0 comments:
Post a Comment